Holcim Indonesia Mengumumkan Hasil Kinerja (Tidak Diaudit) Kuartal Pertama 2015

30.04.2015
 

Permintaan pasar melemah, kenaikan biaya dan penundaan realisasi program infrastruktur pemerintah

Ringkasan perbandingan: Hasil Kinerja Kuartal Pertama Tahun 2014 (tidak diaudit)

Rp Billion 3 bulan hingga 31 Maret 2015 (tidak diaudit) 3 bulan hingga 31 Maret 2014 (tidak diaudit)
Penjualan 2,250 2,356
Laba kotor  533 689
EBITDA operasi 358 525
Laba operasi  157 373

 

Jakarta (30/4) Holcim Indonesia mencatat penurunan pendapatan sebanyak 5%, menjadi Rp 2.25 triliun, dengan penurunan volume sebesar 7% di tiga bulan pertama 2015 dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2014, dikarenakan pasar semen Indonesia yang melemah. Permintaan semen nasional menurun hingga 13,9 juta ton dibandingkan dengan pertumbuhan sebesar 4% atau 14,3 juta ton selama kuartal pertama tahun lalu. Selain itu, atas himbauan permintaan Pemerintah, perusahaan semen milik negara menurunkan harga sebesar Rp3.000 per sak yang kemudian berdampak ke seluruh industri. Sayangnya, intervensi ini, yang berdampak pada harga pasar secara keseluruhan, telah gagal menstimulasi peningkatan permintaan sejauh ini.

Biaya dibandingkan dalam periode yang sama telah terjadi peningkatan, yang disebabkan oleh kenaikan biaya energi, tanaga kerja dan harga bahan baku secara umum, serta biaya-biaya peningkatan kapasitas dan penambahan fasilitas produksi di Holcim Indonesia. Harga bahan baku lebih tinggi 30%, biaya tenaga kerja lebih tinggi 27%, dan biaya listrik telah meningkat secara terus menerus selama 2014 hingga lebih dari 60%. Kenaikan-kenaikan ini terlihat dari penurunan laba kotor sebanyak 23% dari Rp689 miliar menjadi Rp533 miliar.

Melemahnya pasar yang menyebabkan penurunan pada volume penjualan, tidak membuat biaya penjualan dan distribusi berubah. Lebih dari itu, biaya umum dan administrasi melonjak lebih tinggi dengan adanya pekerjaan pada proyek administratif. Peningkatan hutang untuk mendanai peralatan dan konstruksi proyek Tuban menyebabkan beban keuangan yang lebih tinggi, yaitu meningkat sebesar 23% menjadi Rp100 miliar. Laba bersih untuk kuartal pertama tahun ini adalah Rp33 miliar dibandingkan dengan Rp323 miliar pada kuartal yang sama di tahun 2014.

Kent Carson, CFO – Holcim Indonesia, menyampaikan, “Industri semen secara keseluruhan mengalami tantangan berat dengan kondisi ekonomi yang mengalami penurunan, serta kekosongan stimulus belanja fiskal yang diharapkan untuk peningkatan infrastruktur sejauh ini.” Ia melanjutkan, “di waktu yang sama, kompetisi telah meningkat secara signifikan dengan adanya pemain - pemain baru yang patut diperhitungkan, yang telah menyebabkan kelebihan pasokan di pasar sementara biaya terus meningkat tajam.”

Menanggapi kondisi ini, perusahaan telah mempertimbangkan langkah-langkah untuk menurunkan pengeluaran tambahan dan meningkatkan produktifitas. “Kami telah menginisiasi beberapa program di tahun 2015 untuk merampingkan operasional kami,  serta memastikan bahwa kami akan dapat beroperasi dengan lebih efisien disertai penurunan biaya agar dapat mempertahankan keuntungan dalam kondisi pasar yang melemah ini,” ujar Kent Carson. Ia menambahkan, “langkah-langkah ini akan membantu untuk memastikan kami siap dalam menghadapi masa depan, dimana kami berharap sektor konstruksi akan dapat kembali bergairah sejalan dengan terealisasinya rencana infrastruktur Pemerintah, bersama dengan proyek-proyek perumahan dan properti komersial yang sangat dibutuhkan saat ini.”

 

Tentang  PT Holcim Indonesia Tbk

PT Holcim Indonesia Tbk  (Holcim Indonesia) adalah sebuah perusahaan publik Indonesia dimana mayoritas sahamnya (86,35%) dimiliki dan dikelola oleh Holcim Group, yang berbasis di Swiss, produsen semen terbesar di dunia dengan total lebih dari 85,000 karyawan dan kapasitas produksi di lebih dari 70 negara mencapai lebih dari 170 juta ton semen.

Sebagai salah satu perusahaan semen terbesar di Indonesia, PT Holcim Indonesia Tbk menjalankan usaha yang terintegrasi terdiri dari semen, beton siap pakai, dan produksi agregat. Perusahaan mengoperasikan tiga pabrik semen masing-masing di Narogong, Jawa Barat,  di Cilacap, Jawa Tengah, Tuban 1 di Jawa Timur dan fasilitas penggilingan semen di Ciwandan, Banten dengan total kapasitas  gabungan per tahun 11 juta ton semen, dan mempekerjakan lebih dari 2,500 orang.

PT Holcim Indonesia Tbk saat ini mengoperasikan jaringan penyedia bahan bangunan terbesar di dalam negeri, yang mencakup distributor khusus, toko bangunan, ahli bangunan binaan Holcim dan gerai Solusi Rumah - di gerai ini pelanggan dapat memperoleh beragam rancang-bangun rumah, memilih bahan bangunan, berkonsultasi dengan pakar konstruksi dan mengajukan kredit pemilikan rumah. Semua kemudahan tersebut dapat diperoleh di satu tempat.

 

Informasi lengkap dapat diperoleh dari:

Rusli Setiawan
Diah Sasanawati (Anna)
Relationship Management Director Corporate Communications Manager
PT Holcim Indonesia Tbk PT Holcim Indonesia Tbk
Mobile: 0811 860375 Phone Number: +62 21 29861000 ext 8361
  Mobile: 0813 81818554
e-mail: rusli.setiawan@holcim.com e-mail: diah.sasanawati(at)holcim.com
website: www.holcim.co.id website: www.holcim.co.id