Holcim pertahankan program investasi strategis, pangsa pasar dan layanan inovatif terkini

06.05.2014
 

• Penunjukkan anggota dewan komisaris dan direksi yang baru

• Pabrik Tuban 1 mulai beroperasi dan pembangunan Tuban 2 sesuai jadwal akan selesai pada tahun 2015

• Pengumuman total dividen sebesar Rp 90 per lembar saham dengan rasio pembayaran sebesar 73%

Jakarta, Hotel Le Meridien-Selasa 6 Mei 2014.

Pada Rapat Umum Pemegang Saham yang diadakan hari ini, para pemegang saham telah menyetujui laporan tahunan Holcim Indonesia, perubahan susunan dewan komisaris dan direksi, serta pembayaran dividen final sebesar Rp 53 per lembar saham, yang dengan demikian jumlah total dividen yang dibayarkan atas kinerja perusahaan tahun 2013 menjadi Rp 90 per lembar saham, atau dengan rasio pembayaran 73%. Sebelumnya, perusahaan telah membayarkan dividen sementara sebesar Rp 37 per lembar saham pada tahun 2013 lalu.

 

Komitmen perusahaan pada pengembangan pasar

Presiden Direktur Holcim Indonesia, Eamon Ginley, menyadari bahwa selain melambatnya perekonomian, naiknya biaya-biaya industri, serta penurunan laba pada tahun 2013, Eamon melihat bahwa tahun 2013 merupakan masa refleksi ditengah tren pertumbuhan jangka menengah. “Kami fokus untuk memposisikan kesiapan perusahaan di masa depan, seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih baik,” ujarnya. “Pada periode 2012 – 2015, kami berencana meningkatkan kapasitas produksi hingga hampir 40% menjadi 12.5 juta ton agar tetap kompetitif dan menjadi pemain yang diperhitungkan dalam industri,” tambahnya. Sepanjang tahun 2013, sejumlah kontrak telah ditandatangani demi mencapai sasaran tersebut. Hasilnya, perusahaan akan menggandakan kapasitas produksi di Tuban dari 1.7 juta ton menjadi 3.4 juta ton per tahun. Kemudian, penyelesaian perluasan fasilitas pengelolaan limbah pada tahun ini akan melipatgandakan kekuatan perusahaan dalam bisnis layanan pengelolaan limbah. Lebih lanjut, perusahaan terus memperluas cakupan pasar dengan sebuah pusat distribusi baru di Kalimantan dan Lampung. Sebuah kesepakatan strategis untuk penambangan agregat di Pulau Jawa telah dilakukan pada tahun 2013, untuk mendukung kegiatan beton siap pakai yang semakin meningkat, yang akan meningkatkan kemampuan pengiriman produksi ke konsumen hingga 20% di tahun 2013. Selain itu penggunaan jalur kereta dan fasilitas pengepakan baru telah meningkatkan kemampuan logistik dan pasokan Holcim, dimana hal tersebut akan mengurangi jumlah pengiriman melalui darat ke daerah-daerah yang dilayani perusahaan.  

 

Faktor-faktor makro

Selain itu Eamon mencermati melemahnya nilai Rupiah, meningkatnya tarif dasar listrik (TDL) nasional dan inflasi sebagai faktor yang menyebabkan menurunnya pencapaian perusahaan. Nilai hutang perusahaan dalam mata uang asing untuk mendanai perluasan usaha bertambah dua kali lipat pada tahun 2013. “Meskipun begitu, sejak pergantian tahun, terdapat penguatan arus modal seiring dengan menguatnya nilai Rupiah dan kami terus fokus untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik serta pertumbuhannya”, jelas Eamon. “Arus kas dari pabrik baru akan mulai menunjukkan hasil dalam kurun waktu dua tahun mendatang dan mampu memberikan kontribusi terhadap biaya keuangan secara substansial,” tambahnya.

 

Kondisi pasar

Setelah dua tahun berturut-turut mengalami pertumbuhan volume yang luar biasa pada tahun 2011 dan 2012, pertumbuhan industri semen mengalami penurunan pada tahun 2013, justru dimana terdapat tambahan kapasitas produksi yang membutuhkan daya serap pasar. Dalam kurun waktu tersebut, Holcim tetap mampu mempertahankan kekuatan mereknya yang tercermin dalam pertumbuhan pendapatan dari penjualan sebesar 8% menjadi Rp 9,7 triliun. Hasil ini bertolak belakang dengan pertumbuhan pasar di industri semen yang hanya sebesar 5,6%, turun 14% – 18% secara nasional dari periode dua tahun sebelumnya. “Kebutuhan perumahan yang meningkat dan realisasi belanja infrastruktur strategis, akan menuntut komitmen dari industri bahan bangunan. Perusahaan telah memposisikan diri sebagai penyedia bahan bangunan yang berkualitas untuk memenuhi kebutuhan tersebut, terbukti dengan realisasi perluasan usaha kami.”

 

Inovasi

Sejalan dengan rencana jangka panjang yang diterapkan pada pasar Indonesia, perusahaan menjadikan inovasi sebagai inti dari strategi bisnisnya. Inovasi produk yang diluncurkan pada tahun 2013 termasuk beton untuk produk pra cetak, beton berpori sebagai solusi resiko banjir dan penyerapan air hujan dan penggunaan SpeedCrete sebagai solusi untuk perbaikan jalan khususnya di ibukota dan secara khusus menjadi pilihan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. “Inovasi sangat dihargai oleh pasar,” ujar Eamon. “Tim Solusi Rumah kami telah memberikan solusi bagi 10,000 pemilik rumah dengan mengadakan safari keliling ke 13 kota untuk menyebarluaskan informasi tentang produk kami dan aplikasinya.”

Masih di tahun 2013, para arsitek dan disainer tata ruang Indonesia mendaftarkan sebanyak 450 proyeknya pada kompetisi berskala internasional, yaitu Holcim Awards untuk konstruksi berkelanjutan. Penganugerahan tingkat regional akan diadakan tahun ini di Indonesia. Inovasi terus menjadi jantung bisnis Holcim, perusahaan terus melakukan efisiensi energi dan peningkatan penghematan bahan bakar, bahan baku, dan mengontrol tingkat emisi. Selain itu, Kompetisi inovasi internal perusahaan bertajuk CEO Awards memberikan penghargaan bagi sejumlah ide brilian dari karyawan untuk penghematan biaya dan peningkatan produktivitas.

 

Lingkungan dan Kemasyarakatan

Di antara berbagai kegiatan kemasyarakatan yang dilakukan sepanjang tahun 2013, perusahaan mendukung program peternakan terintegrasi di Tuban, Jawa Timur dan pusat komunitas Posdaya di Narogong, Jawa Barat dan Cilacap, Jawa Tengah. Sebuah program kemitraan pemerintah dan swasta untuk meningkatkan kesadaran tentang bahaya bahan perusak ozon juga meraih sukses.

Atas kinerjanya tersebut, Holcim menerima serangkaian penghargaan termasuk penghargaan tertinggi lingkungan hidup dari Pemerintah Republik Indonesia. Berikut sederet penghargaan yang telah diterima perusahaan :

  • PROPER Emas empat kali berturut-turut untuk Pabrik Cilacap;
  • PROPER Hijau tiga kali berturut-turut untuk Pabrik Narogong;
  • Penghargaan Industri Hijau dari Kementerian Perindustrian yang telah diterima sebanyak tiga kali;
  • Penghargaan Efisiensi Energi Nasional dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral;
  • Penghargaan Perusahaan Hijau dari Majalah SWA dan Sri Kehati;
  • Penghargaan CEO Hijau dan Inovasi Sosial Bisnis dari Majalah Warta Ekonomi;
  • Penghargaan Bisnis Berkelanjutan kategori Lingkungan;
  • Peringkat Emas kategori Inovasi Teknologi Terbaik dari Asosiasi Layanan Konsumen Indonesia;
  • Penghargaan Terbaik dari Yang Terbaik dari Forbes Indonesia;
  • Penghargaan bidang CSR dari Grup SINDO.

 

Perubahan Struktur Dewan Komisaris dan Dewan Direksi

Pada Rapat Umum Pemegang Saham hari ini, Paul Hugentobler secara resmi mengundurkan diri sebagai Presiden Komisaris seiring memasuki masa pensiunnya sebagai anggota Komite Eksekutif Holcim untuk area Asia Pasifik. Paul Hugentobler telah berperan besar memimpin Holcim saat awal memasuki pasar Indonesia. Untuk itu, atas nama Dewan Direksi dan Dewan Komisaris, Eamon Ginley, menyampaikan terima kasih atas kepemimpinan beliau selama ini. Eamon juga menyampaikan terima kasih kepada Rully Safari yang mengundurkan diri sebagai Direktur Sumber Daya Manusia.

Para pemegang saham juga menyambut penunjukkan Ian Thackwray sebagai Presiden Komisaris yang baru, Daniel Bach sebagai komisaris, dan Kent Carson sebagai Direktur Keuangan (CFO).

Dalam tugasnya, Ian Thackwray bertanggungjawab sebagai anggota Komite Eksekutif Holcim untuk area Asia Pasifik dan Timur. Sebelumnya, beliau adalah CEO di Holcim Filipina. Sedangkan Daniel Bach yang juga bertanggung jawab untuk area Asia Pasifik, sebelumnya pernah bergabung di Holcim Indonesia sebagai Technical Director sepuluh tahun yang lalu. Kent Carson sendiri adalah figur yang kompeten di bidang keuangan, pasar modal, informasi teknologi dan akunting. Sebelum bergabung dengan Holcim Indonesia, beliau adalah CFO di Holcim Kanada.

 

Tentang PT Holcim Indonesia Tbk

 

PT Holcim Indonesia Tbk  (Holcim Indonesia) adalah sebuah perusahaan publik Indonesia dimana mayoritas sahamnya (86,35%) dimiliki dan dikelola oleh Holcim Group, yang berbasis di Swiss, produsen semen terbesar di dunia dengan total lebih dari 85,000 karyawan dan kapasitas produksi di lebih dari 70 negara mencapai lebih dari 170 juta ton semen.

 

Sebagai salah satu perusahaan semen terbesar di Indonesia, PT Holcim Indonesia Tbk menjalankan usaha yang terintegrasi terdiri dari semen, beton siap pakai, dan produksi agregat. Perusahaan mengoperasikan tiga pabrik semen masing-masing di Narogong, Jawa Barat,  di Cilacap, Jawa Tengah, Tuban 1 di Jawa Timur dan fasilitas penggilingan semen di Ciwandan, Banten dengan total kapasitas  gabungan per tahun 11 juta ton semen, dan mempekerjakan lebih dari 2,500 orang.

 

PT Holcim Indonesia Tbk saat ini mengoperasikan jaringan penyedia bahan bangunan terbesar di dalam negeri, yang mencakup distributor khusus, toko bangunan, ahli bangunan binaan Holcim dan gerai Solusi Rumah - di gerai ini pelanggan dapat memperoleh beragam rancang-bangun rumah, memilih bahan bangunan, berkonsultasi dengan pakar konstruksi dan mengajukan kredit pemilikan rumah. Semua kemudahan tersebut dapat diperoleh di satu tempat.


Informasi lengkap dapat diperoleh dari:

Rusli Setiawan
Diah Sasanawati (Anna)
Relationship Management Director Corporate Communications Manager
PT Holcim Indonesia Tbk PT Holcim Indonesia Tbk
Mobile: 0811 860375 Phone Number: +62 21 29861000 ext 8361
  Mobile: 0813 81818554
e-mail: rusli.setiawan@holcim.com e-mail: diah.sasanawati(at)holcim.com
website: www.holcim.co.id website: www.holcim.co.id