Kinerja keuangan PT Holcim Indonesia Tbk periode semester pertama 2015 - diaudit

15 September 2015
 

Holcim Indonesia tetap fokus jalankan strategi mencapai pertumbuhan jangka menengah dengan tambahan kapasitas dari pabrik barunya di Tuban.

Jakarta, 15 September 2015. 

Kinerja keuangan semester pertama tahun 2015

Pasar semen domestik mengalami penurunan 5% menjadi 28.7 juta ton pada semester pertama tahun ini, dengan turunnya kebutuhan nasional yang mencerminkan lemahnya perekonomian dan daya beli masyarakat yang masih berlangsung hingga saat ini. Sementara, proyek-proyek pemerintah pada beragam sektor seperti infrastruktur, masih belum juga terealisasi. Kebijakan pemerintah untuk menurunkan harga semen BUMN sebesar Rp 3,000 per sak untuk merangsang peningkatan kebutuhan pasar juga tidak efektif bahkan memberikan dampak penurunan terhadap keuntungan perusahaan-perusahaan semen.  Menyusul dengan adanya kebijakan penurunan harga pada akhir 2014, kenaikan tarif dasar listrik dan bahan bakar berdampak pada biaya produksi dan distribusi, namun proyek pekerjaan umum yang telah dinantikan masih tertunda. Trend percepatan proses pelelangan proyek dan persetujuan anggaran pemerintah, menunjukkan bahwa prospek bisnis kedepan baru akan membaik pada akhir semester kedua tahun ini hingga awal tahun depan.

Holcim Indonesia hingga akhir semester satu mampu mempertahankan pangsa pasar sebesar 13.9%, namun total volume penjualan mengalami penurunan 4.9%. Sebagai dampak penurunan volume, jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, perusahaan juga mengalami penurunan pendapatan sebesar 1.4% menjadi Rp 4.86 triliun pada semester pertama ini. Hasil ini tercapai ditengah persaingan yang semakin meningkat, serta di bawah tekanan pasar yang melimpah dimana pemerintah melakukan intervensi dalam penetapan harga, dan jumlah pemain bisnis semen yang kini mencapai hampir dua kali lipat dibandingkan dua tahun lalu.

Selain penurunan pendapatan, kenaikan biaya masih menjadi tantangan sektor industri ini.  Holcim Indonesia mencatat kenaikan biaya produksi pada faktor energi, depresiasi, dan upah di semester pertama tahun ini. Biaya tarif dasar listrik meningkat 22%, sementara biaya distribusi meningkat 17% karena naiknya harga bahan bakar sebesar 25%, serta biaya pergudangan yang juga mengalami kenaikan. Salah satu faktor biaya yang mempengaruhi yaitu terkait inisiatif perusahaan untuk melakukan restrukturisasi dan efesiensi organisasi dalam rangka meningkatkan produktifitas dan efisiensi operasional di masa yang akan datang. Faktor ini tercermin dalam biaya tenaga kerja yang meningkat sebesar 32%. Dengan demikian, laba kotor perusahaan tergerus 26% pada angka Rp 1.061 milyar. Biaya operasional meningkat 26% menjadi Rp 949 milyar, dan biaya-biaya keuangan meningkat lima kali lipat menjadi Rp 269 milyar karena terus melemahnya nilai tukar Rupiah dan naiknya suku bunga pinjaman perusahaan sebagai konsekuensi dari penyelesaian pembangunan pabrik barunya di Tuban.

Semua faktor kenaikan biaya, pasar yang lesu, dan dampak biaya atas inisiatif restrukturisasi organisasi tersebut, menyebabkan perusahaan mengalami kerugian sebesar Rp 123 milyar pada semester pertama tahun ini.

Manajemen perusahaan memandang kinerja paruh tahun ini sebagai cerminan dari menurunnya kebijakan dan kinerja perekonomian secara umum, khususnya intervensi pada harga dan belum terealisasinya proyek-proyek infrastruktur. Namun Holcim Indonesia telah bersiap diri menghadapi persaingan dengan beroperasinya pabrik baru di Tuban, Jawa Timur, serta rencana strategis lain untuk memperluas layanan dan penetrasi pasar, khususnya di Pulau Jawa dan Sumatera.

Gary Schutz, Presiden Direktur/CEO Holcim Indonesia, mengatakan, “Hal-hal yang mendasar di Indonesia tidak berubah. Saat perekonomian kembali pulih dengan terealisasinya proyek-proyek infrastruktur yang tertunda dan stimulus ekonomi lainnya seperti Paket Kebijakan Ekonomi yang baru diluncurkan Presiden Jokowi September ini, kami percaya akan membantu ekonomi menjadi lebih baik, dan Holcim juga telah melakukan perampingan untuk mengurangi biaya-biaya operasional kami”.

Akhir Agustus lalu Holcim Indonesia baru saja meresmikan pabrik barunya di Tuban yang melengkapi keberadaan perusahaan di Pulau Jawa. “Pabrik baru ini akan membantu kami meningkatkan pelayanan, menjamin pasokan, dan memperkuat posisi kami bersama tiga perusahaan semen terbesar di Indonesia. Pabrik baru ini hadir dengan mengaplikasikan teknologi terdepan untuk memberikan nilai lebih bagi para pelanggan, dan meningkatkan kinerja lingkungan”.

 

Menjadi bagian dari grup terbesar di dunia

15 Juli 2015 lalu menjadi tonggak bersejarah bagi dua grup perusahaan semen terkemuka di dunia, Holcim dan Lafarge. Kedua grup perusahaan secara global telah sepakat melakukan merjer berimbang dan membentuk grup baru bernama LafargeHolcim, ‘Pemimpin Baru Bagi Dunia yang Baru’. Berambisi untuk menjadi pemimpin dalam berbagai aspek bisnis, grup baru ini menekankan fokus bisnisnya pada pelanggan,keselamatan,integritas,dan keberlanjutan. Dengan global merjer ini, LafargeHolcim kini memiliki operasional bisnis di lebih dari 90 negara dan mempekerjakan kurang lebih 115,000 karyawan di seluruh dunia.

Untuk Holcim dan Lafarge di Indonesia, saat ini kedua perusahaan masih harus melalui proses integrasi local sesuai ketentuan, peraturan, dan hukum yang berlaku. Dengan demikian, hingga semua perijinan dari otoritas pemerintah terkait didapatkan, kedua perusahaan tetap beroperasi secara terpisah seperti biasa dan bersaing dengan sehat di pasar.

 

 

Tentang  PT Holcim Indonesia Tbk

PT Holcim Indonesia Tbk  (Holcim Indonesia) adalah sebuah perusahaan publik Indonesia dimana mayoritas sahamnya (80,65%) dimiliki dan dikelola oleh LafargeHolcim Group, yang berbasis di Swiss, produsen semen terbesar di dunia dengan total lebih dari 115,000 karyawan dan beroperasi di lebih dari 90 negara.

Sebagai salah satu perusahaan semen terbesar di Indonesia, PT Holcim Indonesia Tbk menjalankan usaha yang terintegrasi terdiri dari semen, beton siap pakai, dan produksi agregat. Perusahaan mengoperasikan tiga pabrik semen masing-masing di Narogong, Jawa Barat,  di Cilacap, Jawa Tengah, di Tuban, Jawa Timur dan fasilitas penggilingan semen di Ciwandan, Banten dengan total kapasitas  gabungan per tahun 12.5 juta ton semen, dan mempekerjakan lebih dari 2,000 orang.

PT Holcim Indonesia Tbk saat ini mengoperasikan jaringan penyedia bahan bangunan terbesar di dalam negeri, yang mencakup distributor khusus, toko bangunan, ahli bangunan binaan Holcim dan gerai Solusi Rumah - di gerai ini pelanggan dapat memperoleh beragam rancang-bangun rumah, memilih bahan bangunan, berkonsultasi dengan pakar konstruksi dan mengajukan kredit pemilikan rumah. Semua kemudahan tersebut dapat diperoleh di satu tempat.

 

Informasi lengkap dapat diperoleh dari:

Rusli Setiawan
Diah Sasanawati (Anna)
Relationship Management Director Corporate Communications Manager
PT Holcim Indonesia Tbk PT Holcim Indonesia Tbk
Mobile: 0811 860375 Phone Number: +62 21 29861000 ext 8361
  Mobile: 0813 81818554
e-mail: rusli.setiawan@holcim.com e-mail: diah.sasanawati(at)holcim.com
website: www.holcim.co.id website: www.holcim.co.id