Performa Lingkungan

 


Holcim Indonesia tidak main-main dalam menjalankan kewajibannya di bidang lingkungan hidup, dan memantau ketat dampak yang dihasilkan dalam kegiatan operasional sehari-hari. Tujuan yang ingin dicapai perusahaan adalah produksi yang optimal sekaligus mengefektifkan pengelolaan emisi dan mengefisienkan pemakaian energi dan bahan baku. Tim pengelolaan limbah Geocycle membantu perusahaan untuk ikut menanggulangi limbah berbahaya dari lingkungan sekitar dan mengurangi risiko dampak kerusakan lingkungan akibat sampah yang dibuang sembarangan maupun masalah TPA yang sudah kelebihan beban.

Kami mempelopori pengembangan solusi limbah dan pemanfaatan sumber daya terbarukan di kawasan ini. Kami yang pertama kali membangun fasilitas peleburan guna mengatasi masalah GRK (gas rumah kaca) termasuk gas CFC yang sangat membahayakan. Holcim menjalankan proyek terbesar pemanfaatan biomassa sebagai bahan bakar alternatif dalam program Mekanisme Pembangunan Bersih UNFCCC. Proyek ini sendiri merupakan yang pertama dilakukan oleh unit usaha Holcim di seluruh dunia. Sebagai pengganti batubara, kami memanfaatkan sekam padi dan biji sawit yang tidak terpakai lagi sebagai bahan bakar. Langkah ini ikut mengurangi emisi CO2 yang biasanya muncul jika kedua jenis limbah tersebut dibiarkan membusuk begitu saja, dan selain menghemat persediaan batubara, pemakaian limbah alternatif ikut menyumbangkan pendapatan bagi pengusaha di daerah yang memasok biomassa secara rutin.

Penanganan debu semen hasil produksi dilakukan dengan menggunakan dust precipitator sementara penanaman pohon kayu bakar dari spesies yang cepat tumbuh dilakukan untuk menyerap karbon di sekitar lokasi pabrik. Prosentase klinker dalam semen jadi dikurangi untuk menekan emisi CO2 dan panas, dan pemakaian air dan listrik untuk setiap ton semen ikut ditekan. Hal lain yang menjadi perhatian perusahaan adalah upaya menekan tingkat kebisingan.


Penghijauan & Rehabilitasi Lahan

Program penghijauan dan rehabilitasi lahan berlangsung di semua unit kerja perusahaan. Pada tahun 2012 Holcim menanam 51.000 batang pohon di sekitar lingkungan kerja yang ada di Pulau Jawa, dan merehabilitasi lebih dari 160 hektar lahan bekas tambang. Holcim mendirikan pusat penangkaran rusa, burung dan kupu-kupu di Pabrik Cilacap dan tambang Jeruk Legi, serta menambah jumlah spesies pohon yang ditanam di hutan kota Cilacap seluas 46 hektar.

Pada tahun 2010 kami mulai melaksanakan kajian keanekaragaman hayati bersama lembaga konservasi Flora & Fauna International di hutan konservasi seluas 11.510 hektar di Pulau Nusakambangan. Di pulau ini Holcim mengoperasikan tambang batu gamping seluas 112 hektar. Dalam survei lapangan itu ditetapkan kawasan mana dalam konsesi yang termasuk dilindungi, dan perusahaan berkonsultasi dengan pihak yang berkepentingan di daerah tentang cara melestarikan flora dan satwa liar di sana.

Spesies nyaris punah yang ditemukan di pulau tersebut antara lain macan dahan dan macan tutul, di samping burung elang, babi hutan, babi hutan, monyet, musang, kancil, landak, armadilo dan 23 jenis kelelawar – dua di antaranya terancam punah. Hasil studi keanekaragaman hayati akan diterbitkan pada tahun 2011, dan dijadikan dasar penyusunan strategi konservasi di seluruh Nusakambangan.


Ekspansi ke Tuban

Pabrik di Tuban diharapkan mulai beroperasi pada tahun 2013. Ini merupakan proyek perluasan yang pertama dilakukan perusahaan dari nol dan terletak di kawasan pesisir dengan akses ke laut lengkap dengan tambang batu gamping. Holcim telah melaksanakan kajian lingkungan hidup dan sosial, dan telah pula menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh selama dua tahun untuk meningkatkan taraf hidup, pendidikan dan ekonomi warga.

 

Kontak

PT Holcim Indonesia Tbk
 
Corporate Communications
 
Talavera Suite 15 th floor
Talavera Office Park
Jl. TB Simatupang No.22 - 26
Jakarta 12430
Indonesia
 

E-Mail